Neumanga Website Baca Komik Online

Judi Online
RGOBET AFAPOKER
Wigobet Texaspoker

The Legendary Moonlight Sculptor Chapter 010 Tumpukan Hasil Jarahan

  • Hokiqq
  • BandarQ Online
  • Liga88
  • Judi Bola

Setelah dia selesai berburu di Barkhan's Crypt, Weed kembali ke Seagull dengan Helain's Grail ditangan. Seagull telah pulih dan tengah mencabuti tanaman herbal.

"Ah, jadi kau akhirnya datang. Bagaimana dengan questnya? Apa kau bisa mendapatkan Lost Treasure of Freya?" Seagull membombardir Weed dengan pertanyaan-pertanyaan satu demi satu.

"Ya, ini dia." Weed mengeluarkan Helain's Grail dan menunjukkannya pada Seagull.

"Ohh! Akhirnya, artifak suci ini bisa dikembalikan kepada Order of Freya. Terimakasih. Sejujurnya, aku tidak benar-benar mengharapkan banyak ketika aku pertama kali melihatmu karena level kemampuanmu yang rendah, tetapi kau benar-benar telah melakukan perbuatan yang besar."

*Ding*

Quest Selesai : Stolen Treasure of Freya

Order of Freya menerima ramalan datangnya sebuah zaman dimana Kekacauan akan memerintah lagi.

Berharap untuk mengubah takdir, Order of Freya mengangkat murid-murid berbakat dan memupuk bakat mereka. Paladin dan Priest ini ditugaskan untuk mengambil harta suci yang dicuri.

Seagull diperintahkan untuk mengambil Helain's Grail, tetapi dia gagal sedangkan kau berhasil.

*Ding*

Fame telah meningkat sebesar 200 poin (+200 FAME)

Kamu telah naik level! Kamu telah naik level!

Seperti yang diduga, hadiahnya berada di skala yang berbeda dari quest lain, karena quest ini berkaitan dengan gereja.

200 Fame dan 2 level!

Namun, Seagull tidak mengambil Helain's Grail tersebut.

"Aku minta maaf untuk merepotkanmu lebih lanjut, tetapi bisakah kau membawa Helain's Grail pada Order of Freya?"

"Aku?"

"Ya. Aku bisa membawanya kesana, tetapi kegelapan berusaha untuk bangkit sekali lagi. Sudah ada tanda-tanda upayanya."

"Tanda-tanda.... maksudmu..."

"Ini hanya sebuah rumor yang tidak bisa diandalkan, tetapi tampaknya Barkhan berusaha untuk mengungkap rahasia keabadian selama pertempuran terakhir. Ada kabar bahwa dia mencoba untuk hidup kembali dan membentuk pasukannya sekali lagi. Namun, tak seorangpun mengetahui lokasi atau ukuran pasukannya. Aku mohon padamu, tolong bawalah Helain's Grail ke Order of Freya! Aku harus mempersiapkan pasukan Avianku untuk kemungkinan serangan dan tidak memiliki waktu luang."

*Ding*

Quest : Deliver Helain's Grail

Seagull berada pada situasi dimana dia tidak bisa pergi ke Liberty City of Somren dimana Order of Freya berada.

Dia harus bersiap untuk kembalinya Immortal Barkhan. Kamu adalah orang yang paling dipercayai Seagull.

Tingkat Kesulitan : C

Persyaratan Quest :

Kamu harus menyelesaikan misi dalam waktu 3 bulan.

Hadiah :

Tak diketahui

 

'Ini adalah sebuah quest berantai!'

"Tugas ini tampak kritis untuk kedamaian benua. Aku tidak bisa menolak permintaan penting ini. Aku akan mengembalikan harta ini ke gereja secepat mungkin."

*Ding*

Kamu telah menerima quest!

"Terimakasih!" Seagull mengepakkan sayapnya dengan senang.

Tak peduli seberapa banyak Seagull berusaha untuk terlihat bermartabat, dia tidak bisa mengubah fakta bahwa dia adalah seekor Avian yang lucu dengan penampilan yang menyenangkan untuk dipeluk. Dalam kenyataannya, Weed harus mengalihkan matanya untuk menghindari tertawa pada wajah cerah dan mata Seagull yang berkilauan.

Namun, dia tetap fokus, berencana untuk mengambil keuntungan pada suasaana hati Seagull yang bagus. Ini adalah sebuah kesempatan untuk spesialisasinya: menyanjung orang untuk mengekstrak informasi sebanyak nungkin. Insting Weed tidak akan membiarkan dia melewatkan satupun kesempatan dan disini adalah sebuah kesempatan emas.

"Seagull-nim, aku telah mendengar bahwa kau adalah ahli herbal paling terkenal di Lavias."

"Huh? Ah, aku entah bagaimana ahli dalam hal itu, meskipun kau tidak akan menemukan seorang ahli herbal dengan penampilan lebih baik atau lebih keren diantara para Avian."

Pujian menyenangkan siapapun, dan itu bekerja sangat baik pada para Avian yang berotak burung.

"Jadi bagaimana kau membedakan tanaman herbal?"

"Ah? Apa kau mau belajar botani medis?"

"Ya. Aku mau mempelajari segala sesuatu yang Seagull-nim bisa ajarkan padaku. Bagaimanapun juga, bukankah ada maknanya dalam segala sesuatu yang dilakukan oleh orang hebat sepertimu? Kebenarannya adalah, aku mau mengikuti jejakmu dan menjadi seorang yang bijak sepertimu."

"Aku suka cara berpikirmu. Tentu saja itu penting untuk bisa membedakan tanaman herbal, namun faktor yang paling penting adalah caramu mencabut mereka dari tanah. Kau harus menjaga agar akarnya tidak rusak. Dimulai dengan mengeruk tanah disekelilingnya secara pelan-pelan dan hati-hati..." *Ding*

Skill Baru : Medical Botany (botani medis)

****

Weed berburu di Barkhan's Crypt sedikit lebih lama sebelum berangkat untuk mengembalikan grail tersebut ke Order of Freya. Sangat disayangkan, dia tidak berburu di Balog's Ruin, Gahet's Holy Place atau Secmail's Relics. Tetapi itu mustahil untuk menyelesaikan semua tempat itu seorang diri. Monster terlemah di tempat berburu itu adalah Death Knight. Monster-monster yang lain adalah: Balog, Succubi, Blood Lady dan Blood Lord, semua monster itu berlevel lebih dari 400. Mereka terlalu kuat bahkan untuk Weed.

Monster-monster itu menyadari para player secara insting, sehingga dia tidak bisa bergerak sambil bersembunyi seperti yang dia lakukan sebelumnya untuk menghindari Death Knight. Tetapi dia berpikir meninggalkan Lavias, jadi dia tidak terlalu kepikiran.

"Selamat datang, manusia!"

Pemilik toko itu adalah seorang Avian yang sangat dikenal oleh Weed, tetapi Weed masih diperlakukan seperti orang asing karena memori para Avian sangat pendek.

"Aku mau membeli 200 Feather of Lightness dan 1000 Fruit of Heaven."

Pemilik toko itu terkejut.

"Ohh, itu akan sangat mahal jika kau membeli sebanyak itu, apa tidak apa-apa?"

Karena Lavias tidak punya banyak pengunjung, item-item selalu mahal. Item-item sederhana yang dijual ditoko setidaknya empat kali lebih mahal yang dijual di Benteng Serabourg. Mereka juga tidak punya senjata dengan kemampuan yang bagus untuk harga yang dibayar. Weed tidak bisa memakai kebanyakan equipment itu, mengingat equipment itu dimaksudkan untuk para Avian.

Namun, ada beberapa item yang eksklusif di Lavias. Feather of Lightness dan Fruit of Heaven termasuk pada kategori itu.

*Ding*

Item : Feather of Lightness

Ketahanan : 1/1

Jumlah Penggunaan : 1

Membuat tubuh seringan bulu, jadi kerusakan bisa dihindari ketika jatuh ketanah.

Harga : 50 Silver

*Ding*

Item : Fruit of Heaven

Buah yang manis yang hanya tumbuh di Lavias. Bisa dimakan sampai 6 bulan setelah dipanen.

Buah ini akan meningkatkan statistik Intelligence dan Luck jika dimasak.

Harga : 15 Silver

"Hmm... Semuanya 250 gold, tetapi aku akan meminta 235 gold, hanya untukmu. Terimakasih untuk kunjungannya!"

Kekuatan dari Fame!

Weed telah mencapai tingkat Fame lebih dari 1.200 dengan menemukan dungeon baru dan menyelesaikan peta-peta. Dengan itu, bahkan sikap penjaga toko terhadap dia telah berubah.

"Apa ada hal lain yang kau butuhkan?"

"Bisakah aku mendapatkan beberapa telur Avian?"

"Telur kami? Kenapa kau membutuhkannya?"

Telur-telur Avian disimpan dan diinkubasi di area terpisah, karena para Avian mengeluarkan telur dalam jumlah yang besar. Bahkan, ada Avian yang bertelur setiap hari, jadi jumlah telurnya tak terbayangkan. Avian yang baru menetas tidak berbeda dengan burung normal, tetapi setelah mereka berumur 10, mereka mulai perlahan-lahan mendapatkan bentuk unik dari seekor Avian. Ketika mereka berumur 30, mereka bisa berbicara, mendapatkan tingkat kecerdasan yang lebih tinggi, dan mulai tinggal dikota.

"Aku mencintai alam sama seperti para Avian, dan aku belum bertemu ras yang lebih mulia. Jika aku diberi kesempatan, aku dengan senang hati menerima untuk menjadi ayah angkat mereka."

Dengan itu, Weed memperoleh 300 telur Avian.

Dia bisa merasakan perutnya menggeram hanya dengan menatap mereka. Tak perlu dikatakan lagi, Weed tak punya niat untuk membesarkan mereka.

҅Akankah aku mendapat hadiah jika aku membawa telur-telur ini kembali pada orang tua mereka?҆

Sayangnya, para Avian tidak memiliki hubungan yang dekat dengan keturunan mereka. Tak peduli pada siapa dia membawa mereka, tak seorangpun akan memberi dia hadiah. Weed memutuskan untuk memasak telur-telur itu dan memakan mereka. Masing-masing telur bukan hanya lezat, tetapi juga memberikan peningkatan pada HP dan MP sebanyak 500, dan 2% peningkatan pada skill memasak.

Ada satu tempat lagi yang perlu Weed Kunjungi sebelum dia pergi, Beginner Trainig Hall. Masih ada beberapa urusan yang belum selesai, dan hal itu tampaknya mustahil bagi dia untuk mengabaikannya.

҅Aku akan berhasil kali ini.҆ pikir Weed penuh tekad.

Weed membuka pintu dan masuk ke pusat pelatihan.

"Selamat datang!" Avian yang seperti ayam jantan menyambut Weed dengan riang. Dengan tubuhnya yang tebal dan kakinya yang kuat, instruktur itu tampak cukup aneh untuk seorang Avian. Senyum dengan cepat memudar dan digantikan dengan ekspresi serius ketika pria yang dikenali itu adalah Weed lagi.

"Sorot matamu memberitahu aku bahwa kau telah menjadi semakin kuat. Namun, aku akan memperingatkanmu lagi: jika kau gagal, kau akan mati. Apa kau masih mau menerima tantangan ini?" "Ya." dia menjawab singkat.

Tak mampu menahan keuntungan dari menyelesaikan tantangan tersebut, Weed telah memilih untuk menerima tantangan itu lagi meskipun berbahaya. Sang instruktur membawa dia ke pintu masuk yang gelap yang mengerah pada koridor gelap gulita, dimana seseorang bahkan tidak bisa melihat tangan dan kakinya sendiri. Disini, seseorang hanya bisa bertahan dengan memanfaatkan indra mereka yang lain, penciuman, pendengaran dan indra peraba mereka.

"Jika kau gagal, aku tidak akan datang menyelamatkanmu kali ini. Dalam situasi itu, kau mungkin akan mati. Jika kau mau meninggalkan sebuah wasiat, aku akan dengan senang hati menjaganya untukmu."

"Jika anda mau, aku akan memberikannya pada anda setelah aku kembali." Weed berkata dengan senyum masam.

"Ambisius, aku mengerti. Masuklah."

Weed memasuki terowongan gelap itu, pedangnya sudah siap di tangannya. Dia belum berjalan jauh ketika... *Fwoosh!*

Pada suara senjata yang mengarah padanya, Weed menghindar secara insting pada suara itu dan menyerang balik.

*Clang!*

Suara logam berbenturan. Reaksi cepat dari pergelangan tangannya. Aliran dari arus udara.

Percikan muncul dengan setiap serangan dari pedang, secara singkat menerangi koridor yang gelap gulita tersebut. Weed berusaha untuk melihat siluet samar dari si penyerang, kegelapan menenggelamkan dirinya dalam ketakutan saat angin yang menderu mencabik-cabik dia. Level Weed mungkin telah naik, tetapi kemampuan Steel Barbarian itu juga meningkat menyesuaikan miliknya. Serangan terkoordinasi mereka menyembunyikan kelemahan mereka dan memaksimalkan kekuatan mereka. Serangan terus-menerus tak memberi dia ruang untuk berpikir dan memaksa dia bertahan.

҅Hindari. Tak bisa dihindari. Kena. Meleset.҆

Segera setelah dia memilih gerakan mana yang diambil, dia dipaksa untuk melakukan yang lain. Musuh menyerang tanpa henti seperti kilat menyambar. Saat dia mengatasi rasa takutnya pada musuh, hasil latihannya muncul dan tubuhnya mulai bergerak sendiri. Dia menangkis, menghindar dan membalas serangan dengan keganasan yang lebih besar. Bahkan, dia telah meningkat sampai ke tahap dimana dia kadang-kadang menangani serangan yang datang dengan satu tangan.

Weed teringat perasaan saat memecahkan balon. Pastinya, bahayanya lebih besar kali ini, dan kecepatan Steel Barbarian benar-benar mencengangkan, namun setelah dia terbiasa dengan guncangan awal, sisanya akan mudah...

҅Pola. Ada sebuah pola dalam gerakan mereka. Aku harus menemukan urutan yang tepat.҆

Weed mulai menyesuaikan gerakannya dengan serangan Steel Barbarian, menyempurnakan urutan gerakannya sendiri.

҅Air, aku harus mengalir seperti air.҆

Tersingkron dengan gerakan Barbarian, Weed berevolusi dari dinding yang tak bisa ditembus menjadi badai penghancur. Saat mereka bertarung, itu terasa seperti jantungnya hendak meledak. Saat darahnya mengalir kencang, kekuatan destruktif miliknya mulai menghancurkan mereka satu demi satu.

*Crack! Pop!*

Dia tak lagi takut pada Steel Barbarian. Mereka bukan lagi sebuah ancaman.

Dalam kurun waktu 30 menit, Weed berhasil menghancurkan semua Steel Barbarian. Dia jatuh ke lantai setelah dia menyelesaikan tugasnya, dadanya naik-turun karena kelelahan.

"...Huff." dia sesak nafas dan berusaha untuk bergerak namun otot-ototnya yang sakit mencegah dia melakukannya. Jantungnya berdebar liar dan staminanya telah turun sangat rendah. Dia merasa sangat lapar.

Lorong gelap tersebut menyala dan instruktur yang seperti ayam jantan muncul. "Menakjubkan! Kau adalah orang pertama yang berhasil pada usaha kedua disini."

Weed berdiri dengan gemetar, dan harus dibantu oleh sayap sang intruktur.

"Apa aku lulus Beginner Training Hall?"

"Tentu saja!"

"Kalau boleh, bisakah anda memberitahuku berapa banyak orang yang telah lulus tes ini sebelum aku?"

"Disini, kau adalah yang pertama. Jika kau berbicara tentang seluruh benua, kau sekitar yang ke 400."

Sekitar ada 3.800 orang yang telah lulus dari Basic Training Hall. Mereka adalah orang-orang yang menaikan statistik mereka dengan cara terus-menerus memukuli orang-orangan sawah selama sebulan.

Itu adalah jumlah yang mengesankan, mengingat tekad dan keingingan yang kuat dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas tersebut. Namun, jumlah yang telah lulus dari Beginner Training Hall berkurang secara signifikan. Hal Ini kemungkinan karena ada banyak yang tidak bisa menemukan Beginner Training Hall, tetapi kemungkinan besar alasannya adalah kesulitan dari tes tersebut.

Bukannya tugas tanpa memerlukan pemikiran dengan memukuli orang-orangan sawah selama satu bulan, untuk lulus dari Beginner Training Hall, seseorang perlu memahami esensi bertarung melawan kelompok.

Hal ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang!

Bahkan setelah kegagalan berulang kali, hanya sedikit yang memiliki kemauan untuk terus mencoba setelah mati puluhan kali, itulah jumlah ketekunan yang dibutuhkan untuk lulus dari Basic Training Hall.

Tentu saja, hadiahnya sesuai dengan tingkat kesulitan dan resikonya yang luar biasa.

"Kau punya potensi menjadi seorang petarung sejati. Apa kau punya niat untuk keluar dari profesimu yang tak berguna dan menjadi seorang Master Fighter? Kau akan bisa menggunakan senjata apapun. Pukulan dan tendanganmu akan menjadi lebih kuat juga. Itu adalah profesi rahasia dari Praktisi Seni Bela Diri." *Ding*

Perubahan Profesi : Master Fighter (Rahasia)

Kamu akan bisa menggunakan skill spesial berhubungan dengan profesi ini.

Kamu akan bisa meningkatkan Weapon Mastery lebih jauh lagi. Statistik Attack dan Vitality juga akan meningkat secara drastis.

Apa kamu mau mengubah profesimu? Ya | Tidak

Peringatan :

Jika kamu mengganti profesimu, profesi rahasia 'Legendary Moonlight Sculptor' secara otomatis akan menghilang.

Hanya mereka yang memiliki pemahaman bawaan terhadap pertempuran bisa lulus Beginner Training Hall. Knight, Archer atau profesi lain bisa meningkatkan level mereka menggunakan Weapon Mastery. Selain itu, kamampuan untuk menggunakan senjata dan mengubahnya sambil bertarung adalah keuntungan yang besar.

Busur untuk serangan jarak jauh. Tombak untuk menghadapi kavaleri (pasukan berkuda), kapak yang kuat... Semua itu akan bisa digunakan.

Kekuatan serangan dan vitality miliknya akan meningkat lebih cepat daripada profesi lain.

Master Fighter.

Itu adalah sebuah hadiah yang diberikan hanya pada mereka yang telah melewati Beginner Training Hall. Kebanyakan orang akan memilih menjadi seorang Master Fighter tanpa ragu-ragu.

Tetapi....

Weed tidak perlu memikirkan jawabannya. Meskipun dia mendapatkan profesi Moonlight Sculptor secara tak sengaja dan banyak penyesalan pada awalnya, semua itu adalah masa lalu sekarang.

Pesona dan keuntungan tersembunyi dari profesi Sculptor menarik dia. Meskipun dia tidak tau seberapa kuat profesi Master Fighter, resolusinya tidak goyah.

"Aku akan mempertahankan profesiku yang sekarang."

*Ding*

Kamu telah menolak tawaran perubahan profesimu!

Wajah sang istruktur tampak kecewa.

"Baiklah. Ini hadiah lain, berdasarkan kinerjamu selama pertarungan." Sang instruktur melanjutkan, "Juga, kamu punya kesempatan untuk mendapatkan skill baru. Apapun tindakan yang kau lakukan, sebuah skill akan tercipta untukmu. Lakukan sesukamu."

Weed jatuh ke pemikiran yang mendalam. Sebuah skill bukanlah sesuatu yang bisa didapatkan dengan usaha saja, dan jadi kesempatan ini tidak seharusnya di sia-siakan.

҅Skill apa yang aku butuhkan?҆ dia merenung.

҅Ilmu pedang?҆ Tidak, dia tidak membutuhkannya. Dia bahkan tidak bisa menggunakan skill pedang miliknya secara maksimal.

҅Gerakan kaki?҆ Sejauh ini, dia hanya menggunakan gerakan kaki khusus ketika dia berusaha mengurangi jarak antara dirinya dengan musuhnya dalam pertarungan jarak jauh, atau ketika dia menghindari mantra sihir. Insting dasar miliknya telah lebih dari cukup dan sehingga dia tidak membutuhkan skill itu juga.

Tentu saja, ketika bertemu dengan lawan yang sangat terampil, dia akan perlu untuk menggunakan gerakan kaki, tetapi dia bisa menutupinya dengan skill miliknya yang lain.

҅Sihir?҆ Dia tidak bisa mempelajarinya sekarang, tetapi ketika Intelligence miliknya naik diatas 300, lalu dia akan bisa mempelajari sihir. Terlepas dari profesinya. Itu adalah sesuatu yang perlu dipertimbangkan di masa depan yang jauh.

҅Sihir suci?҆ Dia bahkan tidak memikirkannya dua kali. Setelah banyak pertimbangan, dia memutuskan untuk melakukan sesuatu secara acak.

҅Apapun yang aku lakukan, sebuah skill yang sesuai denganku akan tercipta.҆

Dia bisa melakukan apapun yang dia mau, tetapi ketika memiliki kesempatan, dia tidak tau apa yang harus dilakukan. Weed berdiri tak bergerak, sementara sang istruktur menatap dia.

Weed tiba-tiba merasakan ketidakpastian saat dia berpikir tentang meninggalkan Lavias. Kenangan singkat yang dia habiskan bersama Da'in menghantuinya, tempat berburu yang telah mereka jelajahi, semua dari Skeleton Knight, Skeleton Mage, Skeleton Soldier, Dullahan, Death Knight dan Spirit yang telah mereka lawan dan kalahkan bersama-sama. Dia akan meninggalkan semua ini dibelakang dengan tak ada kesempatan untuk kembali.

Da'in bahkan mungkin sudah tidak hidup lagi. Weed masih menyesal tidak sempat mengucapkan selamat tinggal pada dia.

"Ahhhh...." Weed membuka mulutnya dan membuat suara kecil, teriakannya perlahan-lahan menjadi semakin keras, sampai terdengar diseluruh gua.

"AHHHHHHHHHHHHHH!!!"

Ini adalah sebuah perpisahan pada para Avian dan kenangannya tentang Da'in. Dia melepaskan semua emosi yang dia tahan dalam satu lolongan penuh derita.

*Ding*

Skill Baru : Lion's Roar (auman singa)

Ini adalah sebuah teriakan keras yang akan mengguncang langit, dan dipenuhi dengan Kehendak sang petarung.

Efek :

  • Fighting Spirit tentara sekutu meningkat sebesar 200%
  • Selama 5 menit, Leadership akan meningkat sebesar 170%
  • Kebingungan apapun akan bersih

Statistik Baru : Leadership

****

Desa Baran telah makmur setelah kekalahan para Lizardmen. Rumah untuk lambang kemakmuran dan kecantikan, Patung Dewi Freya menarik para bangsawan dan pedagang untuk berkunjung dari jauh. Mungkin karena blessing dari patung itu, kota tidak mengalami penyerangan dari para monster lagi. Para bangsawan mengobrol penuh semangat tentang patung tersebut ketika mereka kembali ke kota mereka.

Ada prasasti kecil disamping kaki Patung tersebut, yang sebagian besar dianggap omong kosong,

"Meskipun level memahatnya rendah, aku berharap Patung Freya akan diterima oleh semua orang dan dipuji karena kecantikannya"

Baran sebelumnya adalah kota kecil meskipun pernah dikunjungi oleh bangsawan, raja dan pedagang. Tetapi saat player yang berburu didekat Kerajaan Rosenheim meningkat, mereka perlahan-lahan bermigrasi ke selatan untuk mencari tempat berburu yang baru dan dengan cepat meningkatkan populasi kota.

Banyaknya dungeon didekatnya ditambah dengan efek tambahan 15% meningkatkan tingkat pemulihan HP dan MP selama sehari pada semua orang yang menatap Patung Dewi Freya, adalah faktor kunci dalam menarik penduduk baru.

"Apakah patung hebat ini ada disini sebelumnya?"

"Siapa yang membuat patung ini?" Orang-orang tertarik dan kagum pada patung itu. Rumor yang tersebar bahwa seorang Sculptor misterius dalam pasukan pembebasan yang membantu pembebasan Baran yang membuatnya.

Weed telah menjadi selebritis.

Senyum murni dan wajah segar yang seperti embun pagi telah memikat orang-orang. Mereka tidak tahan untuk tidak melihatnya setidaknya sehari sekali. Alun-alun dekat patung itu penuh dengan pedagang menjajakan dagangan mereka dan para petualang yang datang untuk mengagumi patung tersebut.

"Ini adalah senjata yang dijual di Benteng Serabourg. Dijual murah dengan harga aslinya ditambah beberapa ongkos tansportasi."

"Beli item. Aku akan membayar 10% lebih banyak dari harga eceran."

"Butuh petarung diatas level 100 damage dealer untuk berburu Salamander dan Werewolf. Rogue atau Assassin juga diterima!"

"Aku mencari party untuk berburu di Chalupan Valley atau setidaknya seseorang yang akan memanduku kesana. Aku Ranger level 120."

"Pertama kali di Kota Baran. Undang aku ke dalam party! Profesi Bard. Aku akan menyanyi dengan indah sepanjang pertarungan."

Di alun-alun yang ramai tersebut, keheningan tiba-tiba melanda. Ini karena seorang Merchant : Mapan.

Dia adalah Merchant level 70. Meskipun hanya seorang pemula, dia kebanyakan mengantarkan item dalam jarak jauh dan mengangkut item dari Benteng Serabourg atau kota-kota besar terdekat ke Kota Baran yang berkembang pesat membutuhkan sumber daya. Para pembeli dalam sekejap mengerumuni dia.

Dengan impian bahwa dia suatu hari akan memerintah Kerajaan Rosenheim, Mapan bekerja keras untuk mendapatkan uang. Mengumpulkan uang sedikit demi sedikit adalah hal menyenangkan yang hanya bisa dinikmati oleh para Merchant. Mapan mendorong gerobak dorong miliknya ke pojokan setelah menjual semua barang-barangnya dan merenggangkan tubuhnya, menatap kearah langit.

Sesuatu tengah jatuh dari langit.

"Hu...Huh? Itu...."

Sesuatu itu adalah seseorang.

"Se-se-se-seseorang, seseorang jatuh dari langit!" Mapan berteriak keras, menunjuk ke langit.

"Ngomong apa sih dia?" Banyak orang menganggapnya sebagai omong kosong, tetapi beberapa orang memandang kearah Mapan menunjuk.

Seseorang benar-benar jatuh dari langit! Seseorang yang membawa 9 tas raksasa muncul dari atas, meluncur ketanah dengan kecepatan mengerikan!

"Ahhhhhh!"

"Selamatkan diri kalian!"

Dalam sekejap, alun-alun itu jatuh kedalam kekacauan.

****

*Whooooooooooosh!*

Telinga Weed sakit karena suara dari deru angin yang berhembus disekitar dia dengan kecepatan yang mengerikan. Jika dia menghantam tanah dengan kecepatan ini, setiap tulang dalam tubuhnya akan hancur dan tanah akan menjadi debu, belum lagi dia akan berakhir sebagai pancake berdarah. Bahkan batu yang keras dan batu raksasa akan terbelah dan hancur berkeping-keping jika dia mendarat diatasnya.

Bahkan dalam situasi yang tampak berbahaya ini, Weed sangat tenang. Menyimpitkan matanya, dia menatap ke tanah untuk mengarahkan tubuhnya.

҅Sedikit ke kanan...҆

Weed menyesuaikan tubuhnya dan melesat kearah tanah, terlihat seperti dia ingin sampai secepatnya.

"Ahhhhh!!"

"Lariiii! Cepat!"

Dia bisa melihat orang-orang berteriak dan berlari kalang kabut dengan sangat jelas. Para Merchant melompat dan meninggalkan toko mereka seolah-olah api telah membakar mereka.

҅Apakah selalu ada orang sebanyak ini di Kota Baran?҆ pikir Weed dengan santai.

Weed menggunakan 'Feather of Lightness' ketika dia berada sekitar 500 meter diatas tanah. Tubuhnya, yang telah terjun bebas dengan kecepatan mengerikan, dengan cepat melambat, tiba-tiba mendapatkan sejumlah besar hambatan udara dengan cepat memperlambat jatuhnya dia. Hanya sedikit debu yang beterbangan pada pendaratannya. Namun, karena berat dari 9 tas raksasa yang dia bawa, kakinya masuk kedalam tanah kira-kira 10 cm.

"......"

"Siapa dia?"

"Apa dia seorang Mage?"

Para player menunjuk Weed, benar-benar kaget dari peristiwa yang baru saja mereka saksikan. Banyak player sudah berspekulasi tentang identitas dari pria misterius yang jatuh dari langit itu. Kecurigaan pertama semua orang adalah bahwa dia seorang Mage yang menggunakan Flight magic (sihir terbang). Tetapi Flight Magic tidak bisa digunakan oleh sembarangan orang. Hanya seorang Mage berlevel diatas 300 dengan Five Circle Supporting Magic yang memiliki kemampuan untuk melakukan hal ini.

Seorang level 300 bisa dianggap sebagai pemain top di Royal Road. Mage macam apa yang akan muncul seperti itu, jatuh dari langit?

Karena Weed turun dengan kecepatan yang tak bisa dipercaya, dia menarik lebih banyak perhatian daripada yang biasanya dia terima. Lebih dari seratus player saat ini menatap dia saat dia mengamati kota.

Weed terfokus pada sebuah toko yang tutup meskipun dalam kekacauan dan menatap Mapan yang bersembunyi dibelakang Patung Dewi Freya, mengintip Weed.

"Hei kau." Weed memanggil secara tiba-tiba.

Mapan menjawab dengan terkejut, "Y-Ya?"

Weed berkata dengan lembut, "Kau tampak seperti seorang Merchant, apa kau membeli item?"

"Kenapa, ya, tentu saja!" Mapan buru-buru mengangguk saat dia muncul dari belakang patung itu, takut bahwa Weed mungkin berubah pikiran. Mapan adalah seorang pebisnis bagaimanapun juga, dan dia terspesialisasi dalam perdagangan item.

Setelah membeli item di kota-kota besar dengan murah dan kemudian menggunakan Skill 'Trading' yang hanya para Merchant yang bisa mendapatkannya, dia menjual item-item itu dengan harga yang lebih tinggi di toko lain. Merchant bisa mendapatkan banyak EXP dengan membeli dengan harga yang sangat murah dan menjualnya dengan harga jauh, jauh lebih tinggi.

Weed berkata dengan suara santai, "Berapa banyak kau akan membayar untuk itu?"

"Jika kau menjual ke toko, keuntungannya akan sebanyak 2% dari harga aslinya. Aku bisa membayar setidaknya 15% lebih banyak daripada toko, dan jika itu dalam jumlah besar, aku akan membayar 18% lebih banyak. Aku akan membeli hanya dengan 2% laba yang tersisa untukku." Mapan menjawab dengan masam.

Weed mencari-cari seseorang yang akan menyarankan kesepakatan lebih baik daripada Mapan, tetapi tak ada orang lain yang dipanggil. Harga yang disarankan adalah harga yang sangat jujur.

Skil Trading milik seorang Merchant bergantung pada seberapa cepat dia bisa menjual dagangannya. Mapan, yang bisa menyisakan 2% laba, dianggap sebagai Merchant yang sangat terampil. Weed memutuskan untuk membuat kesepakatan dengan dia.

"Jika ada item yang ingin kau kumpulkan, aku akan menjualnya secara terpisah."

Rahang Mapan terjatuh.

҅Orang ini adalah tangkapan besar!҆ pikir Mapan dengan semangat.

Berapa banyak item yang dia miliki sampai-sampai bisa mengatakan bahwa dia akan menjual item secara terpisah jika ada item yang Mapan kumpulkan?

Ketika menjual item, itu jauh lebih menguntungkan untuk menjual item dengan jumlah besar.

"Apa saja. Aku menjual semua item yang aku miliki, jadi sudah saatnya aku membeli beberapa item lagi." Mapan menjawab penuh semangat.

"Begitukah?"

Weed membalik tasnya dan mengoyangkannya. Keluarlah kaki Dullahan, kepingan tulang Skeleton, arang, batang tumbuhan, tombak pendek berkarat, stik dari tulang, dan item-item lainnya tanpa akhir. Celana Lunak, benang emas, kain tunik, dan item-item lain semacam itu juga mengalir keluar dengan bebas. Mereka semua menumpuk sampai sebuah gunung kecil telah terbentuk.

"B-Bagaimana bisa!" Mata Mapan tidak bisa terbuka lebih lebar lagi.

҅Untuk bisa mendapatkan item sebanyak ini... Dimana dia berburu?҆

Logikanya, item dalam jumlah yang sangat banyak mustahil untuk bisa didapatkan: item-item ini hanya bisa dikumpulkan melalui perburuan, tetapi jumlah ini melampaui kemampuan seseorang.

Mengingat fakta bahwa tak banyak orang yang telah menemukan Lavias. Weed telah mengumpulkan item-item di tempat persembunyian rahasia miliknya disepanjang dungeon. Dia tidak bisa menjual dengan harga yang bagus jika dia menjualnya ditoko-toko di Lavias. Namun, dia akan mendapatkan keuntungan lebih banyak dari menjualnya pada Merchant yang akan membeli item-item itu dengan harga yang lebih tinggi.

Keuntungan!

Uang!

Weed tidak akan pernah mengalah dalam masalah ini. Dia tidak akan pernah membuang sebuah item yang bahkan hanya berharga 1 copper.

"I-Item sebanyak ini..." Mata Mapan sedikit berkedut. Dia tidak pernah membayangkan bahwa seseorang bisa melihat item sebanyak itu sepanjang hidupnya!

"Berapa banyak yang akan kau beli?"

Mapan segera menjawab, tak perlu dipikirkan lagi tentang hal itu, "aku akan membeli semua yang aku bisa!"

159 gold adalah jumlah uang yang Mapan miliki. Merchant hanya bisa mendapatkan uang dengan menjual item-item yang mereka beli dari player lain, tetapi karena persaingan yang ketat, harganya terus-menerus meningkat, jadi mendapatkan keuntungan sangatlah sulit.

"Kalau begitu ambillah."

Saat Weed memberikan ijinnya, Mapan mulai memilah-milah item dengan harga mereka. Kemampuannya dalam menilai item digunakan untuk saat-saat seperti ini, sehingga menilai nilai suatu item di toko membutuhkan waktu kurang dari satu detik.

1 gold... 2 gold... nilainya naik dengan cepat, dan dia segera menghitung bahwa gunung equipment itu memiliki nilai bersih 157 gold.

Ransel sihir, mampu diisi dengan sepuluh kali dari tas normal dan mengurangi bebannya hingga sepertiga, tak bisa menampung longsoran item tersebut.

"Pe-Permisi..." Mapan tersenyum tegang pada Weed saat dia mulai berjalan sempoyongan ke toko miliknya.

'Seberapa beratnya itu...?'

'Aku bisa merasakan rasa sakitnya...'

Kerumunan tersebut mulai bubar, tetapi penonton yang tersisa menatap Mapan dengan kasihan. Sementara itu, ekspresi Merchant-Merchant yang lain dipenuhi dengan kecemburuan, karena jika mereka bisa menjual item sebanyak itu, mereka sudah pasti akan bisa menaikan level mereka secara signifikan.

Setelah daerah Baran diperluas, toko senjata dan pandai besi belum dibangun. Disisi lain, ada berbagai toko yang menjual dan membeli banyak item yang berbeda.

"Aku berterimakasih kau mau berbisnis denganku! Karena ada banyak, aku akan memberimu 169 gold sebagai bonus. Maukah kau menerimanya?"

"Terimakasih, tuan!" Mapan bisa menjual item-item itu dengan harga yang wajar 169 gold dengan tawarmenawar dengan pemilik toko. Mapan penuh sukacita bergegas keluar dari toko.

"Aku harus buru-buru dan berterimakasih pada dia!"

Karena level dan keahliannya meningkat pesat karena menjual item dalam jumlah yang besar, Mapan berlari ke alun-alun kota dengan harapan setidaknya mengatakan terimakasih. Beruntungnya, Weed masih berada ditempat yang sama.

"Terimakasih! Namaku Mapan. Jika kau datang kembali, kapan saja..."

Pada saat itu, Weed membuka tas yang lain dan membaliknya. Tiba-tiba, tumpukan item yang lain keluar!

"I-I-Itu...." tatapan Mapan membeku ditempat saat dia menatap pada gunung kecil yang baru saja terbentuk didepannya. Dia sudah terkejut hanya dari satu dari sembilan tas yang dibawa Weed.

"...Tidak mungkin!" Hal itu sama seperti pikiran Mapan: 9 tas itu dipenuhi dengan berbagai macam item.

Weed mengosongkan 8 tas yang lain dimana dia berdiri. Tidak termasuk tas yang pertama, 6 tas dipenuhi dengan item-item kecil, sementara 2 tas dipenuhi dengan senjata dan armor. Digabungkan, item-tem itu mencapai nilai 1.000 gold. Tas terakhir diisi dengan armor Death Knight dan berbagai bijih yang dia simpan sampai dia mencapai level 200. Sampai hari ini, dia telah mengumpulkan 145 bijih besi dan 109 bijih tembaga!

Setelah skill Repair seseorang mencapai tahap Menengah, seseorang bisa mempelajari skill Blacksmith, jadi Weed menyimpan bijih-bijih ini sampai saat itu.

"Tolong beritahu aku dimana kau berburu!"

"Kau datang dari langit, tetapi bagaimana kau melakukan itu? Bahkan seorang penyihir seperti aku tidak bisa merasakan aliran MP darimu!"

"Bisakah kau memberiku uang?"

Para player mengerumuni Weed.

Pada saat itu, dia menjadi seorang selebritis di Baran Village. Namun, prajurit yang melindungi desa itu segera berkumpul disekitar Weed.

"Apakah itu anda, Komandan?"

"Kalian..."

Mereka adalah para prajurit dari Lair of Litvart : Hosram, Dale, dan Becker.

"Ooh! Kau akhirnya kembali!"

Sang tetua, Ghandilva dan para warga desa lainnya juga datang untuk menyambut Weed. Pada pemandangan dari para prajurit dan warga desa menyambut Weed begitu terbuka dan sangat hangat. Keingintahuan semua orang bertambah besar. Siapa orang ini yang benar-benar jatuh dari langit dan mendapatkan kepercayaan dan rasa hormat dari para NPC?

Weed bertegur sapa dengan Ghandilva dan para prajurit. Melihat perubahan yang dialami Baran Village, dia merasakan sebuah emosi yang meluap.

҅Tak terpikir bahwa patungku memiliki efek seperti ini...҆

Dibawah lengan dari Patung Dewi Freya terdapat sebuah prasasti yang hanya Weed yang mengetahui tentang hal itu. Setiap kali dia melihatnya, dia menjadi sangat cemas. Jika kebetulan Seoyoon datang dan menemukannya, pertarungan tidak akan bisa dihindari!

Berkat kekuatan bawaan dari patung tersebut, kecepatan pemulihan HP dan MP telah meningkat sebesar 15%, dan efek ini akan berlangsung selama satu hari.

Patung Dewi tersebut tidak hanya berpengaruh pada Weed dan player lain, tetapi juga memberi pengaruh yang sama pada para NPC. Patung itu memberikan bantuan yang signifikan pada prajurit NPC ketika membasmi monster dan menaikkan level. Jika patung Fine Piece punya efek sebanyak ini, apa yang akan terjadi pada sebuah kota dengan Grand atau Master Piece?

Patung bisa memperkuat kekuatan militer dari sebuah kota.

҅Sculpture Mastery bisa menjadi hal yang tak terlukiskan dan menakjubkan...҆

Saat Weed sedang menatap patung itu, tenggelam dalam pemikirannya, si Merchant yang membeli item-item miliknya, Mapan, muncul.

"Permisi... kalau boleh, boleh aku bertanya kemana tujuanmu berikutnya?"

Mapan, berkat Weed, telah mendapatkan jackpot. Dia telah naik level hingga 14 kali, dan skill Trade miliknya naik lavel 3 kali!

Orang bisa menyebutnya itu adalah sebuah keajaiban bagi seorang Merchant.

Sambil mengangkat bahu, Weed menjawab, "Aku akan melewati Baruk Mountain Range."

"Baruk Mountain Range?"

"Ya. Tempat yang akan aku datangi adalah Liberty City of Somren."

Tujuannya adalah dimana Order of Goddess Freya berada. Weed harus mengantarkan Hellain's Grail. Ada dua jalan untuk mencapai Liberty City of Somren.

Yang jalur paling umum digunakan dan yang paling aman adalah kembali ke Benteng Serabourg, melewati

Kerajaan Brent, dan sebelum melewati Hilcos Badlands, lurus kearah barat daya. Ini terlalu rumit bagi Weed, bukan hanya itu akan membutuhkan waktu 3 bulan untuk sampai, tetapi seseorang harus mengikuti jalan yang benar.

Itu sangat membosankan bagi Weed, jadi dia berencana untuk melintasi Baruk Mountain Range yang berbahaya dan sampai di Liberty City of Somren lebih cepat. Meskipun Baruk Mountain Range terkenal karena monster-monsternya, Weed punya senjata rahasia untuk keadaan darurat, jadi dia tidak khawatir.

"Begitukah." Mapan tersenyum.

"Bisakah kau membawaku bersamamu? Oh, jangan salah paham! Dengan melihat item-item yang kau bawa, aku bisa mengatakan bahwa level kita sangat berbeda, tetapi aku tidak berusaha untuk membebanimu. Aku tau dengan sangat baik bahwa Merchant lemah dalam pertempuran." dia menjelaskan.

Merchant adalah salah satu profesi terlemah dari profesi-profesi non-pertarungan. Namun, Sculptor umumnya dikenal lebih lemah daripada Merchant, dan saat ini, Mapan tidak tau bahwa Weed adalah seorang Sculptor.

Sculptor macam apa yang bisa membunuh Death Knight atau Dullahan? Lebih jauh lagi, seorang Sculptor yang mencari monster lebih kuat karena dia sudah bosan berburu Death Knight, hal itu tak terpikirkan.

"Bahkan jika kita membuat party, tidak banyak EXP yang akan aku terima. Aku akan menanggung semua biaya herbal dan perban untuk pertarungan."

Bagian terbesar dari kerugian Weed adalah karena membeli herbal dan perban. Mapan si Merchant telah mengatakan bahwa dia akan mengurus bagian itu mengetahui bahwa jika dia memberi sesuatu, tentunya akan mendapat balasan.

"Apa sebenarnya yang kau mau?"

"Item. Jika kau memilih untuk membawa semuanya yang di jatuhkan monster, kau akan dibatasi oleh bermacam-macam hal. Tasmu akan terlalu berat dan kau tak akan mampu untuk bertarung, jadi aku akan membeli semuanya. Item-item yang ingin kau jual akan aku beli, dan bebanmu akan terasa jauh lebih ringan."

Tujuan Mapan adalah item berlevel tinggi. Mengikuti seorang petarung kuat akan menjadi keuntungan yang besar bagi dia. Hanya satu item dari seekor monster level 200 adalah 10x lebih berharga daripada item dari monster level 50.

Dia ingin mendapatkan item sambil mengikuti Weed daripada menunggu di sebuah kota. Karena dia bisa berdagang item disetiap kota, itu bukanlah bisnis yang buruk.

Weed mempertimbangkannya sejenak. Ini adalah situasi menguntungkan untuk kedua belah pihak jika dia menerima tawaran tersebut. Taktik sebelumnya menyimpan item-item di tempat persembunyian ketika dia berburu hanya bisa digunakan di Lavias yang tak memiliki player lain yang berkeliaran. Jika seseorang menggunakan taktik itu di daratan, orang lain akan mencurinya dan pergi tanpa mendapat hukuman apapun.

"Baiklah! Ayo pergi bersama-sama."


tags: baca The Legendary Moonlight Sculptor Chapter 010 Tumpukan Hasil Jarahan, The Legendary Moonlight Sculptor Chapter 010 Tumpukan Hasil Jarahan manga, The Legendary Moonlight Sculptor Chapter 010 Tumpukan Hasil Jarahan online, The Legendary Moonlight Sculptor Chapter 010 Tumpukan Hasil Jarahan bab, The Legendary Moonlight Sculptor Chapter 010 Tumpukan Hasil Jarahan chapter, The Legendary Moonlight Sculptor Chapter 010 Tumpukan Hasil Jarahan high quality, The Legendary Moonlight Sculptor Chapter 010 Tumpukan Hasil Jarahan manga scan, ,
  • Judi Bola
  • Poker online

Contact Banner

Facebook
: Lie
Skype
: liemuchan
YM
: liemuchan1

Partner

  • mangaku
  • komikcast
  • komikstation
  • kombatch
  • mangashiro
  • mangaindo
  • mangacanblog
  • subapics
  • westmanga
  • IdNation
  • mangavy
  • pecintakomik
  • komikid
  • mangadropout
  • TOP
    Please enable / Bitte aktiviere JavaScript!
    Veuillez activer / Por favor activa el Javascript![ ? ]