Neumanga Website Baca Komik Online

Judi Online

The Legendary Moonlight Sculptor Chapter 009 Valley of Death

  • Poker Online
  • Judi Bola
  • Baca Komik online
  • BandarQ Online, Domino99, QQ Online Paling Fair

*Whiiiiing!*

Segera setelah dia membuka matanya, Weed berjalan keluar dari gerbang teleport dan mendapati dirinya berada didalam gua. Angin dingin bertiup dari pintu masuk gua.

"Uuu, dingin!"

Ini adalah situasi yang dia harus terbiasa setiap harinya!

Karena memiliki pengalaman menggigil kedinginan, dia bisa tak terpengaruh oleh angin dingin yang kuat. "Sepertinya pada akhirnya aku harus kembali ke tempat ini."

Wilayah utara.

Dia berakhir datang ke tempat yang keras ini bersama Seoyoon. Weed mengganti pakaiannya dengan cepat untuk menghindari terkena flu. Itu adalah pakaian yang terbuat dari kulit berbulu dari Yeti! Pakaian itu tidak tampak menyenangkan dari luar, tetapi pakaian itu menyediakan kehangatan.

҅Mendapat kehangatan di musim dingin benar-benar yang terbaik.҆

Beberapa orang berusaha untuk terlihat keren dengan memakai pakaian ringan. Weed menatap orang-orang itu dan menertawai mereka.

҅Mereka akan kemana sambil memakai pakaian seperti itu?҆

Pakaian tebal dan tradisional adalah yang terbaik. Pakaian hangat yang tidak membiarkan udara dingin meresap masuk.

Pakaian baru yang terbuat dari material ringan dan bagus harus berubah saat fashion berganti.

Namun, pakaian yang dia kenakan sangat spesial. Pakaian itu diisi dengan banyak bulu dan katun!

Pakaian itu menyerupai pakaian yang dikenakan pria tua yang berlayar diatas kapal dekat pantai. Itu adalah pakaian yang paling tebal. Karena pakaian itu tebal dan tahan lama, kau bisa memakainya setiap tahun.

Efek samping negatifnya adalah, seseorang tidak akan pernah kelihatan muda saat mengenakan pakaian seperti ini!

Pertama kalinya dalam kehidupannya, dia telah dipanggil seorang "pria tua" saat dia melalui rutenya untuk pengantar susu. Itu adalah ingatan yang menyakitkan penuh dengan syok, sesuatu yang tidak ingin dia ingat.

"Uhuh."

Saat Weed mengamati sekelilingnya, dia melihat Alveron dan Seoyoon.

Alveron si calon paus. Itu menenangkan untuk bepergian bersama dia karena levelnya yang tinggi dan pengetahuannya tentang holy magic tingkat tinggi.

Tanpa Alveron, akan mustahil untuk menang melawan Clan Vampir True Blood.

Kali ini, dia harus mengandalkan Alveron dan Seoyoon untuk menyelesaikan quest tersebut.

Weed menghadap Alveron dan memberi dia perintah.

"Dingin sekali. Untuk saat ini, coba lihat apakah kau bisa membuat api unggun." "Ya."

Setelah Alveron dengan sopan menjawab, dia mengumpulkan beberapa kayu terdekat dan mulai menyalakan api. Alveron yang baik dan polos mengerjakan perintahnya tanpa mengeluh.

Sementara itu, bibir Seoyoon menjadi berwarna biru gelap.

Alveron mengenakan jubah yang tak bisa ditembus oleh elemen apapun, karena dia adalah seorang kandidat untuk jabatan paus. Weed juga mengenakan kulit Yeti, yang mana membuat dia menahan rasa dingin sampai batas tertentu.

Namun, Seoyoon tidak memiliki pakaian hangat yang khusus, jadi dia sangat terbuka pada rasa dingin yang ekstrim.

Weed mengeluarkan perlengkapan dan bahan-bahan menjahit dari ransel miliknya.

Karena dia tak punya pilihan selain melakukan perjalanan bersama Seoyoon, dia akan membuatkan Seoyoon pakaian. Beruntungnya, ada beberapa bahan yang tersisa dari membuatkan pakaian para Geomchi.

Weed memotong kulit tersebut dan, dengan perhatian yang lebih banyak daripada biasanya, dia mulai menjahit.

*Ding*

Women's Leather Clothes

Ketahanan: 80/80 Defense: 25

Pakaian terbuat dari babi hutan hitam yang telah berusia panjang.

Seorang penjahit dengan wawasan yang luas membuat pakaian ini menggunakan bahan menjahit tingkat menengah.

Karena pakaian ini tidak tebal, hal ini memungkinkan pergerakan alami dari lengan dan kaki serta sangat nyaman.

Persyaratan:

  • Level 250

Efek:

  • +20 Agility
  • Panah sulit untuk mendeteksi
  • Ketika dikenakan oleh Dancer, efek tarian meningkat sebesar 3%

Weed selesai menjahit pakaian tersebut, dan menyerahkannya pada Seoyoon.

"...Pakailah ini."

Sambil berusaha memaksakan kesopanan yang tak alami!

Pakaian yang Weed buat adalah pakaian kulit standart. Itu adalah sesuatu yang bisa dipakai seseorang dibawah armor berat.

Sementara profesi-profesi Wizard dan Priest kekurangan Strength untuk melakukan yang demikian, profesiprofesi yang bisa memakai armor berat biasanya memakai armor kulit sebagai tambahan, menghasilkan defense tambahan yang bahkan lebih banyak.

Dia membuat pakaian itu menggunakan ukuran tubuh Seoyoon, yang mana Weed sudah mengetahui sebelumnya.

Namun, Seoyoon tidak mengambilnya.

"....."

Dia menatap pakaian yang Weed ulurkan untuk dirinya. Sebuah pemikiran melintas dalam benak Weed.

҅Dia pasti merasa sulit menerimanya dari seorang kenalan.҆

Ada kalanya ketika mereka melakukan perjalanan bersama-sama selama beberapa hari saat dia adalah Orc Karichwi, tetapi Seoyoon tak menyadari fakta tersebut. Karena dia hanya mengingat pertemuan dengan Weed saat makan BBQ di ruang makan Instruktur training hall, hal itu bisa dimengerti.

Dengan pemikiran-pemikiran itu, Weed tersenyum ramah pada Seoyoon.

"Tak apa-apa. Kau boleh memakainya. Kerena pakaian ini secara khusus dibuat untuk kau gunakan, silahkan pakai."

Namun, Seoyoon menggelengkan kepalanya tanpa mengatakan apa-apa.

҅Kenapa dia berperilaku seperti itu?҆

Weed kebingungan, mengikuti garis pandangannya. Seoyoon tanpa ekspresi menatap pakaian bulu Yeti yang dia pakai.

҅Tak mungkin...!҆

Sebuah pemikiran yang mengambang melintas dalam sekejap!

Weed mengamati lokasi Seoyoon. Dia tepat didepan api unggun. Dia begitu dekat dengan api hingga jika dia bergerak sedikit saja lebih mendekat, dia akan terbakar.

҅Dia pasti benci dingin. Itu artinya alasan kenapa dia menolak memakai ini adalah....҆

Alasan dia menolak bukan karena dia sulit untuk menerima kebaikan. Dia dalam diam meminta pakain yang sedikit lebih hangat.

Pakaian yang Weed buat dengan tepat mencerminkan eksposur dari pakaian wanita, dan dia tidak melapisinya untuk mengurangi jumlah bahan yang digunakan.

Seoyoon dengan teliti mengamati pakaian ini dan menginginkan pakaian yang berbeda.

Weed tak punya pilihan selain membuatkan dia pakaian yang baru. Menggunakan bahan yang tersisa, dia menambahkan beberapa lapisan dan menghilangkan area-area yang terbuka dari pakaian tersebut untuk membuat pakaian yang lebih tebal.

Pada saat inilah Seoyoon meraih pakaian tersebut dan pergi ke balik batu untuk berganti.

Setelah menyelesaikan persiapan untuk cuaca dingin, Weed berpaling untuk menanyai Alveron.

"Dimana Valley of Death?"

"Tempat itu dikenal sebagai Sendeim Valley."

"Tempat itu memiliki nama asli. Apakah tempat itu juga berkaitan dengan Pasukan Undead?"

Weed menanyakan pertanyaan tersebut karena kebanyakan quest tingkat tinggi yang dia terima melibatkan Pasukan Undead dalam cara tertentu.

Namun, Alveron menggelengkan kepalanya.

"Gereja menyelidiki Pasukan Undead yang dikendalikan Bar Khan. Mereka mengungkapkan bahwa quest ini dan Pasukan Undead tidak berkaitan. Quest ini melibatkan Kekaisaran Niflheim kuno. Kau harusnya bisa mendapatkan lebih banyak informasi tentang Sendeim Valley dari Tetua Desa Morata."

"Aku mengerti."

Weed pergi keluar gua.

Kegelapan yang luas bisa dilihat di kejauhan.

Itu adalah Kastil Morata, dimana dia bertarung melawan para Vampir True Blood.

Seperti yang diduga, mereka dengan sangat baik merenovasi rumah-rumah dipinggiran kastil tersebut, yang mana itu adalah reruntuhan dimasa lalu. Para penduduk juga bergerak kesana-kemari.

"Kalau begitu ayo pergi."

Weed berjalan dengan lesu kearah desa Morata. Alveron dan Seoyoon mengikuti dia. Para penduduk desa menyambut dia dengan hangat.

"Warrior! Kami menyambut kedatanganmu kembali ke tempat ini. Kami tidak akan pernah melupakan rasa syukur yang mana kau telah menyelamatkan hidup kami."

Dengan selesainya quest itu, desa tersebut bangkit kembali.

Weed adalah kontributor terbaik pada desa tersebut! Berkat hal itu, dia bisa menerima banyak keuntungan dari penduduk desa. Weed mulai mencari si Tetua.

Rumah terbesar yang dimasa lalu telah sepenuhnya hancur yang bahkan sebuah tengkorak tak bisa diitemukan telah diperbaiki dan menjadi rumah si Tetua.

Didalam rumah itu, kayu diperapian tengah membara, menyebarkan suasana hangat.

"Warrior, aku dengan tulus berterimakasih untuk mengunjungi kami lagi di saat-saat yang sulit ini."

"Aku ingin datang lagi bahkan jika itu tidaklah mudah. Aku senang melihat bahwa kau dan para penduduk desa baik-baik saja."

"Itu berkat perlindungan dari para ksatria dan Priest Freya."

Monster-monster yang menghuni desa bisa menyerang kapan saja.

Seperti yang terjadi di Desa Baran, para monster bisa menculik orang-orang dan memaksa mereka untuk menjadi budak mereka. Namun, berkat usaha dari Order of Freya, desa ini menjadi aman.

Si tetua mengeluarkan keranjang penuh dengan kentang manis yang mengepulkan asap.

"Seperti sudah ditakdirkan, sudah saatnya waktu makan malam. Apa kau mau bergabung?"

"Aku tidak akan menolak."

Weed duduk dan mulai mengupas kentang manis tersebut.

Seoyoon juga duduk disampingnya dan dalam diam mengupas kentang manis dan memakannya.

Dimasa lalu, ada saat mereka juga makan bersama seperti ini di ruang makan instruktur.

҅Setiap kali kita bertemu, kita tampaknya berakhir makan sesuatu bersama. Jika kita terikat bersama seperti ini, mungkinkan ini takdir?҆

Kentang manis itu mereka letakkan pada api unggun dan dibakar. Kentang manis dimakan pada malam hari mengepulkan uap dan memiliki daging buah berwarna emas yang estetika.

Weed menjejalkan kentang manis itu kedalam mulutnya.

Rasanya gurih namun manis!

҅Akan sempurna jika aku punya kimchi untuk dimakan dengan kentang ini.҆

Dia memiliki keahlian yang cukup dalam memasak untuk membuat kimchi. Dia juga memiliki bahan yang diperlukan.

Namun, mustahil untuk memulai mengasinkan kimchi ketika seseorang ingin memakannya. Itulah sebabnya makanan spesial, seperti kimchi, biasanya dijual dengan harga yang tinggi.

Karena itulah menjadi makanan umum yang menyebar luas yang bahkan Warga Barat bisa memakannya, kimchi tersedia di kebanyakan restoran.

Orang-orang suka makan kimchi sampai pada poin dimana para koki akan terlebih dulu mempelajari bagaimana untuk membuatnya.

Weed dengan rajin mengupas dan memakan kentang manis itu. Sejak datang ke wilayah utara, sangat sedikit waktu yang dimiliki untuk makan, jadi mereka dalam keadaan kelaparan.

Alveron berusaha untuk makan dengan sopan awalnya, tetapi dia mulai makan dengan cepat. Setelah dia mulai melakukan perjalanan dengan Weed, dia mulai mendapatkan apresiasi untuk makanan.

Keranjang tersebut penuh dengan kentang manis dengan cepat mulai kosong.

Weed dan Alveron adalah yang makan paling banyak, tetapi jumlah yang Seoyoon ambil juga tidaklah sedikit. Kemudian Weed melihat ekspresi si tetua.

Meminta-minta akan selalu mengukur status dari jasanya untuk hidup dan makan.

Mata melotot dan alis yang mengerut.

Tak mengejutkan, dia merasa sensitif tentang berkurangnya jumlah kentang manis.

Weed meletakkan kentang manis tersebut dan menanyakan sebuah pertanyaan.

"Aku ingin mendengar lebih banyak informasi tentang Sendeim Valley."

Bahkan tanpa menerima quest, Valley of Death menawarkan monster untuk diburu dan harta untuk di temukan. Namun, masih lebih baik untuk mendapatkan quest karena hal itu menawarkan informasi yang diperlukan dan hadiah.

Si tetua menatap jauh keluar jendela, seolah-olah untuk membuang keterikatan yang dia miliki pada kentang manis tersebut. Lapisan salju putih menutupi seluruh pandangan.

"Apa kau mengetahui tentang keagungan masa lalu dari Kekaisaran Niflheim kami?"

"Tidak, aku tak mengetahui tentang hal itu."

Weed secara terpisah mempelajari sejarah dari Benua Versailles. Itu adalah kisah-kisah tentang bangkit dan jatuhnya masing-masing kerajaan dan para pahlawan mereka masing-masing.

Jika dia memahami cerita-cerita latar belakang, itu akan sangat membantu dalam memperoleh quest-quest penting. Namun, dalam situasi semacam ini, itu lebih baik untuk berpura-pura tak tau apa-apa. Dengan begitu, seseorang bisa mendengar cerita-cerita yang lebih banyak, dan hal itu bisa bertindak sebagai sebuah petunjuk yang penting pada pertanyaan yang lain. Si tetua menampilkan wajah sedih.

Berkurangnya kentang manis mungkin memiliki bagian yang besar dalam kesedihan itu. Dia mungkin menyesali undangan yang dia berikan pada Weed dan party'nya.

"Ketika kami terperangkap dalam kutukan kejahatan yang membuat kami menjadi batu, Kekaisaran Niflheim masih sebuah negara berkembang. Tidak sedingin seperti sekarang, dan sangat sesuai untuk menetap. Aku adalah salah satu dari aristokrat Kekaisaran Niflheim."

Bisa dikatakan bahwa semua penduduk desa di provinsi Morata adalah orang-orang penting pada sejarah tersebut. Jika dilihat dari sudut lain, itu adalah sebuah desa penting yang berisi banyak quest.

Jika wilayah utara dijelajahi dengan sungguh-sungguh, desa ini akan benar-benar ramai dengan para petualang.

"Namun, karena penyerangan monster yang tiba-tiba di ibukota ketika aku masih muda, para penduduk dihadapkan dengan kemusnahan. Ketika sang kaisar, yang bersumpah untuk selalu hidup secara terhormat, harus mempertaruhkan nyawanya, dia menjadi pengecut dan meninggalkan ibukota sambil melarikan diri bersama para penjaganya. Para monster pergi untuk mengejar kaisar yang melarikan diri, dan ada rumor-rumor bahwa mereka pada akhirnya berhasil mengejar dan menangkap dia. Tempat dimana hal itu terjadi adalah Sendeim Valley."

"Sang kaisar pasti telah mati sekarang."

"Ya dia kemungkinan besar telah mati sekarang. Karena kematian secara pengecut dari sang kaisar, kekaisaran kehilangan tata negaranya dan tersebar, sementara itu para bangsawan memasuki perebutan kekuasaan yang menghabiskan segala yang mereka miliki. Namun, semua ini hanyalah rumor-rumor tak pasti! Kami tak bisa mengetahui kebenarannya. Itulah sebabnya kami ingin mengetahui kebenarannya, entah itu kemungkinan dari apa yang terjadi pada saat itu."

*Ding*

Truth and Glory

Kekaisaran Niflheim menghasilkan banyak kisah-kisah kejayaan, yang mana telah hancur. Kaisar Eben Niflheim VI adalah seorang ksatria yang luar biasa, dan adalah seorang prajurit yang tak mengetahui arti dari mundur. Namun, dia mengutuk karena tak mampu mempertahankan pasukan kavaleri miliknya menjelang kematiannya.

Cari tau sejarah yang sebenarnya dari kejadian yang terjadi di Sendeim Valley. Tingkat kesulitan: A

Hadiah:

  • Harta Kekaisaran Niflheim

Persyaratan quest:

  • Hanya orang yang berbudi yang bisa menerima quest ini
  • Harus bisa menahan rasa dingin yang ekstrim

Quest lain dengan tingkat kesulitan "A" muncul.

Weed menghela lega.

҅Tetap saja, masih beruntung itu hanya kelas "A".҆

Rasa syukurnya adalah bahwa itu hanya quest kelas "A", dan bukan quest kelas "S" yang hanya diketahui bahwa itu ada, menyapu seluruh tubuhnya.

Weed secara sembunyi-sembunyi melirik Seoyoon.

Mata jernih dan kulit yang tanpa cacat dan bening.

Dia, yang memiliki kecantikan yang akan membuat orang ragu-ragu untuk memanggil dia karena sangat menakutkan dan kurang hormat. Dia memancarkan pesona mistis yang sulit untuk digambarkan.

Meskipun dia mengenakan pakaian kulit sederhana yang Weed buat, dia memancarkan keanggunan. Seoyoon memiliki semacam kecantikan mutlak yang akan mengubah pakaian apapun menjadi karya yang megah.

Namun, yang bisa dilihat Weed hanyalah seorang pembuat onar.

҅Meskipun sepertinya aku menerima quest sulit lagi kali ini, karena aku punya seseorang yang bisa membantu, itu akan baik-baik saja.҆

Menilai dari apa yang dia lihat, kemampuan tempur milik Seoyoon sangatlah luar biasa. Skill yang kuat, vitality yang luar biasa, stamina yang tak kenal lelah, dan damage yang mencengangkan!

Sebagai salah satu profesi tempur, bisa dikatakan bahwa hanya kekuatan yang dikumpulkan dan disatukan.

Meskipun ada player-player seperti Weed atau para Geomchi yang juga menampilkan kemampuan tempur jarak dekat yang luar biasa, tidaklah buruk untuk mengandalkan skill-skill profesi.

Pergerakan lembut dan fleksibel adalah kemampuan unik dari wanita. Digabungkan dengan eksekusi sempurna dari skill-skill tingkat tinggi! Itu adalah cara yang lebih cepat dan lebih aman untuk berburu, jika seseorang memiliki Mana.

Diatas semua itu, saat Seoyoon masuk dalam pertempuran, suasana hatinya berubah. Dengan matanya berkilauan saat dia bertarung, itu adalah ciri khas dari profesi Berserker.

Sebagai seorang Berserker, kapanpun seekor monster terbunuh, HP dan MP akan terisi ulang. Meski jumlahnya tak berarti, tetapi jika seseorang sedang bertarung di sebuah tempat dengan banyak monster, hasilnya akan sangat berbeda.

Jika profesi Martial Artist yang dipilih para Geomchi sangat kuat melawan musuh dalam kelompok kecil, maka profesi Berserker terspesialisasi untuk mengalahkan banyak monster tanpa istirahat.

Karena Seoyoon bersama dirinya, Weed bisa merasakan tekanan yang lebih sedikit dari quest tersebut. "Aku akan pergi ke Sendeim Valley dan menyelidikinya setelah aku sampai."

Kamu telah menerima quest.

Setelah menerima quest tersebut, si tetua menjadi sangat bersahabat.

"Terimakasih. Kau bersedia melakukan tugas sesulit itu untuk kami..."

"Itu bukan apa-apa. Itu adalah sesuatu yang harus aku lakukan. Lebih tepatnya, aku ingin meminta maaf karena tak bisa datang berkunjung lebih cepat. Jika, dimasa depan, ada tugas yang lebih sulit, silahkan carilah aku."

Berburu memang bagus, tetapi hadiah quest juga berharga!

Karena dia bisa menghasilkan uang untuk tambahan pendapatan dari mengunggahnya ke Hall of Fame atau membuat kontrak dengan sebuah stasiun penyiaran, itu adalah sebuah usulan yang bagus.

Untuk meningkatkan kedekatan lebih tinggi lagi, dia menggunakan situasinya. Seolah-olah untuk mendemonstrasikan pengaruh besar yang dimilikinya, wajah si tetua menunjukkan kekaguman terhadap pria yang lebih muda itu.

"Sampai sekarang, mereka yang ingin mengetahui kebenaran tersebut telah mengirim pasukan ekspedisi dan para ksatria dalam jumlah yang tak terhitung, tetapi tak satupun dari mereka kembali. Setelah itu, Sendeim Valley dikenal sebagai Valley of Death."

"....."

Setelah mendengar kata-kata si tetua, Weed ingin berteriak.

҅Bukankah kau seharusnya mengatakan rahasia-rahasia semacam itu padaku lebih awal lagi?!҆

Namun, kebenarannya adalah tingkat kesulitan ini seperti yang diduga dari sebuah quest kelas "A". Karena dia selalu memulai dari bawah, dia tak punya sesuatu untuk ditakutkan. Tak ada alasan untuk mengubah pikirannya setelah datang sejauh ini. Si tetua melanjutkan berbicara.

"Lalu, orang ini juga akan ikut, kan?"

Dia mengacu pada Seoyoon.

Gadis yang wajahnya lebih dingin daripada rasa dingin diwilayah utara!

Namun, untuk menerima pembagian quest, dia harus bergabung dalam party.

Weed mengulurkan tangannya.

"Tolong bergabunglah dengan party'ku."

Kamu mengundang Seoyoon-nim kedalam party.

Karena dia telah bergabung dengan party yang lain meskipun mereka bergabung ketika dia bersama dengan Seechwi, ini adalah pertama kalinya dia mendapatkan undangan secara pribadi untuk bergabung dengan sebuah party.

Namun, Seoyoon tetap seperti dia yang biasanya. Weed mulai merasakan sebuah firasat.

҅Tak mungkin dia menolak untuk bergabung dengan party setelah datang sejauh ini, kan?҆

Itu bisa saja berubah menjadi sebuah situasi dimana dia tidak akan menerima quest tersebut dan meninggalkan Weed untuk menderita sendirian!

Weed mulai berpikir ada sebuah kemungkinan yang bagus jika hal itu terjadi. Tentu saja, Seoyoon bukanlah orang yang dingin seperti yang tampak dibagian luarnya.

Meskipun Seoyoon suka bertarung, dia tidaklah serakah. Orang bisa mengatakan hal itu dari mengamati bagaimana dia tidak melawan monster kecuali monster tersebut menyerang dia terlebih dulu, bahkan jika itu adalah seekor monster yang langka yang keluar sekali dalam sehari dan menjatuhkan sebuah item yang bagus.

Namun, Seoyoon sepenuhnya acuh tak acuh pada hal-hal semacam ini.

Sama halnya dengan dia tidak pernah mengucapkan sepatah katapun sambil diikuti Orc Karichwi, dia bisa saja mengabaikan quest milik Weed.

Saat Weed mulai gugup, Seoyoon, dengan ringan menempatkan tangannya diatas tangan Weed.

Kamu telah mendapatkan anggota baru dalam party mu.

Bahkan Seoyoon tak bisa memahami emosinya sendiri. Bahwa dia akan melakukan perjalanan seperti ini bersama orang asing, dan seorang pria yang tak familiar, hal itu tak terpikirkan.

Sementara hal ini terjadi berkat dorongan Seechwi yang tak diketahui, bahkan memasukkan hal itu kedalam pertimbangan, jika seseorang tidak menginginkannya, mereka bisa berpisah disini.

҅Aneh sekali, aku tidak merasa tidak nyaman.҆ Seoyoon menjadi binggung.

Itu adalah orang yang dia temui sekali di ruang makan instruktur. Namun, untuk beberapa alasan, dia memancarkan perasaan yang familiar.

****

Sejak dia berburu bersama rekan-rekan Seechwi yang lain, dia merasakan perasaan ini.

"Lee Rien, cepat siapkan obat Seoyoon!" (Lee Rien adalah nama dari perawat yang mengurus Seoyoon.)

Seoyoon tidak mengatakan sepatah katapun. Bahkan jika kau mengatakan bahwa kesehatannya memburuk, dia tidak bisa mengekspresikannya dalam kata-kata.

Kapanpun hal itu terjadi setelah pertempuran, Weed selalu memastikan bahwa mereka memiliki waktu luang, jadi Seoyoon bisa menerima perawatannya.

Kapanpun pertarungan berakhir, Weed memasang perban dan memperbaiki armor dan senjata. Juga ada saat-saat seperti ini dimasa lalu ketika Seoyoon memiliki perasaan ini. Perasaan yang dia dapatkan ketika dia melakukan perjalanan bersama Orc Karichwi di Lembah Yunopu.

Orc Karichwi, yang wajahnya menakutkan dan jelek, tetapi matanya memiliki sifat yang baik. Bahkan cara mereka memperbaiki senjata sangatlah mirip.

Seoyoon tidak berbicara, dia dengan cermat mengamati ekspresi wajah dan matanya setiap kali dia melihat seseorang. Meskipun dia tidak pernah terlibat dalam percakapan, dia bisa memahami suasana hati dan tempramen seseorang karena pengamatannya.

Pada saat itu dia merasakan getaran yang sama yang berasal dari Weed yang dia rasakan dari Karichwi.

Seoyoon tidak mengerti niat Weed, tetapi dia tau bahwa itu adalah Weed yang berpenampilan Karichwi, yang mengamati dan melindungi dirinya.

Meskipun itu tidak selalu akurat, dia mempercayai perasaan dan nalurinya. Yang mana itulah sebabnya dia memilih untuk melakukan perjalanan bersama Weed.

****

Setelah Weed meninggalkan rumah tetua, dia berjalan-jalan berkeliling desa Morata dan mengumpulkan informasi. Para penduduk desa dan para Paladin serta Priest Freya menjadi tujuannya. Para Priest Freya tetap berada di Desa Morata untuk melindungi desa ini.

Untuk saat ini, Weed mengumpulkan persediaan untuk perjalanan dan menanyai pemilik toko tentang informasi Sandeim Valley.

"Sandeim Valley? Itu adalah sebuah tempat yang lebih dikenal sebagai Valley of Death. Mereka mengatakan bahwa ada banyak monster disana."

"Bisakah kau memberitahuku monster-monster macam apa yang ada disana?"

"Hmm... Disana mungkin ada beberapa Ice Troll. Para Ice Troll sering berkumpul ditempat-tempat seperti Valley of Death." Ice Troll!

Mereka memiliki kemampuan yang mengagumkan untuk meregenerasi HP, dan karena kemampuan mereka untuk terbiasa dengan rasa dingin ekstrim sangat hebat, mereka bukanlah monster yang mudah untuk dilawan.

Namun, Weed tidak akan ketakutan pada bahaya tingkat ini.

Apapun yang terjadi, mereka bisa berburu Ice Troll dengan memancing mereka satu per satu selama itu adalah sebuah lembah bukan sebuah dungeon. Itu mungkin akan membutuhkan waktu yang lama, tetapi menggunakan unpan untuk memancing mereka satu per satu dan menghajar mereka bukanlah tugas yang mustahil.

Tentu saja, mungkin akan ada beberapa monster yang kuat dan kejam, tetapi karena itu adalah kejadian keseharian, mereka tak punya alasan untuk takut.

҅Darah Ice Troll harganya mahal. Darah itu menawarkan efek yang lebih baik daripada kebanyakan tanaman herbal yang biasa, dan itu juga bisa digunakan untuk membuat potion.҆

Weed, yang berusaha untuk memperkirakan nilai dari segalanya!

Dia tidak takut pada monster-monster kuat, dia takut pada monster yang hanya menjatuhkan kulit. Dalam kenyataannya, dia tak menemukan apapun yang menakutkan seperti monster-monster yang hanya menjatuhkan kulit yang murah.

҅Jika itu adalah sebuah lembah, perubahan kejadiannya akan sangat penting.҆

Jika kamu bisa menembakkan sebuah anak panah dari satu sisi dari lembah ke sisi lain, itu akan menjadi perburuan yang jauh lebih mudah daripada yang diduga.

Namun, jika Ice Troll mendominasi bagian atas dari lembah tersebut dan memperluas wilayah mereka, maka itu akan menjadi jauh lebih menantang.

Weed tak punya informasi tentang wilayah mereka. Sebuah misi untuk merebut kembali wilayah monster! Tak ada cara lain selain melakukan penyerbuan yang efektif.

Situasinya berbeda dari bertarung melawan Klan Vampir True Blood bersama Alveron dan beberapa Paladin Freya dimasa lalu.

Saat itu, jumlah dari para vampir sangat sedikit, dan tak ada perasaan dari sebuah penyerangan.

Meskipun Weed menggunakan kata-kata berbeda untuk bertanya pada para penduduk, dia menerima informasi yang sama.

"Jika kau mencari Valley of Death, tempat itu cukup jauh dari sini. Paling bagus, itu akan membutuhkan 1 bulan perjalanan. Kenapa membutuhkan waktu selama itu untuk sampai kesana? Itu karena wilayah Kekaisaran Niflheim sangat luas."

"Ice Troll? Tentu saja, disana ada beberapa Ice Troll. Namun, bukan hanya monster itu yang harus kau waspadai. Ini adalah sebuah cerita yang aku dengar dari kakekku, tetapi harusnya ada ruang harta disana. Itulah sebabnya disana jauh lebih berbahaya."

Monster dan peluang dari tewas karena segudang jebakan!

"Mereka mengatakan bahwa perasaan mengerikan semacam ini keluar dari sana setiap pagi. Karena hal itulah, bahkan beberapa flora tak bisa tumbuh didekat Valley of Death."

"Telah ada beberapa orang yang juga menemukan sesuatu yang berwarna putih murni dan melayang-layang didekat Valley of Death."

"Aku tidak mengetahuinya dengan baik, tetapi mereka mengatakan bahwa hal yang melayang itu sangat besar. Mereka mengatakan bahwa tubuhnya saja lebih dari 300 meter panjangnya. Karena itu begitu tak bisa dipercaya, orang-orang yang melihatnya pasti telah salah tentang panjangnya."

Para Paladin Freya juga memiliki sesuatu untuk dikatakan.

"Valley of Death? Tempat itu sangat berbahaya. Monster-monster lain selain Ice Troll juga berkumpul disana."

"Dari penyelidikikan gereja, itu tampaknya seperti sebuah tempat yang penuh dengan para monster."

"Mengingat seberapa banyaknya monster yang berkumpul disana, tak peduli siapa yang melihatnya, mereka akan mengatakan bahwa itu hanyalah situasi yang tidak biasa. Pasti ada monster boss yang memimpin monster yang lain. Tak mungkin itu adalah monster normal karena monster itu telah memimpin monster lain selama beberapa ratus tahun, jadi kau harus ekstra hati-hati. Itu akan diperlukan bagimu untuk menghindari monster boss itu dengan segala cara."

"Karena blessing dari Dewi Freya bersamamu, mungkin keberanianmu tetap tak tergoyahkan." Saat Weed mengumpulkan informasi, dia mendapatkan gambaran umum dari situasi di Valley of Death.

Para Paladin dari Order of Freya biasanya tidak tergoyahkan atas masalah yang umum.

Jika para Paladin ini cukup berhati-hati dan ketakutan pada monster boss ini, maka tak diragukan lagi bahwa monster itu memiliki level yang sangat tinggi.

҅Kemungkinan besar itu tidak akan mudah.҆

Namun, seseorang harus mengalami segala sesuatu terlebih dulu untuk mendapatkan pemahaman yang akurat mengenai hal itu. Tak perlu merasa melemah ketika kau tidak yakin tentang sesuatu.

҅Pasti ada suatu cara untuk melalui hal ini.҆

Bahkan dengan informasi tentang Valley of Death, tak mungkin mendapatkan lebih banyak rincian di desa-desa terdekat. Di tempat-tempat yang terpisah jauh seperti ini, itu mustahil untuk mendapatkan sesuatu yang lain selain informasi yang sangat sederhana.

Sementara dia membawa Seoyoon dan Alveron berkeliling Desa Morata seperti ini, Weed bertemu seorang gadis kecil!

Prina!

Itu adalah gadis kecil yang diubah menjadi patung oleh Vampire Lord Tori.

Prina yang manis dan kecil membawa sebuah tas kecil. "Hei paman, kau adalah orang yang menyelamatkan aku, kan?"

Panggilan paman yang dia dapatkan sering kali dia dengar.

Namun, Weed tersenyum lebar.

"Itu benar. Aku senang melihatmu baik-baik saja."

"Terimakasih. Kupikir diubah menjadi batu adalah hal yang sangat menyedihkan. Jantung tidak berdetak, darah tidak mengalir, tubuh mengeras dan menjadi tahanan pada tubuhmu... Oh! Apa kau kebetulan punya ketertarikan pada bunga?" "Bunga?"

Tentu saja, Weed tidak punya ketertarikan pada bunga. Namun, dia tidak akan pernah menjawab seperti itu.

"Bunga memiliki aroma yang bagus. Aku suka pemandangan yang damai dari kupu-kupu dan lebah madu berkumpul disekitar bunga-bunga mekar yang indah. Tak ada kesenangan yang setara dengan berbaring di padang rumput dan menghirup udara segar."

Inilah Weed, yang akan tenggelam dalam perburuan didalam dungeon yang gelap sambil hanya membawa sebuah obor.

Sebuah dungeon dengan udara yang apek, bau menjijikkan, dan hal-hal tak diketahui muncul semakin jauh seseorang pergi. Weed menemukan kesenangan dalam perburuan seperti seorang maniak di tempat-tempat seperti itu.

Itu adalah sensitivitas kebejatan!

Namun, dia selalu menunjukkan kepedulian ketika berhadapan dengan Prina. Itu karena dia tidak mau menghancurkan impian dari seorang gadis kecil.

Pria menjadi senang sambil menepukkan tangannya.

"Begitukah? Itu bagus. Kalau begitu, maukah kau mendengarkan permintaan kecilku?" "Katakanlah."

"Aku mendengar bahwa kau akan menuju ke Valley of Death. Apa kau bisa menebar beberapa benih disana?

Satu-satunya harapan bunga itu akan mekar ditempat dimana aura kejahatan dan kematian berkumpul. Menjaga benih-benih kecil ini sampai mekar menjadi bunga akan membutuhkan banyak usaha. Jika mereka mekar, maka teman baruku akan senang."

*Ding*

Prina's Flower

Gadis kecil yang menyukai bercocok tanam, menebar benih, dan memperhatikan mereka tumbuh ditanah, ingin menjadi seorang petani dimasa depan.

Jika kamu menebar benih milik gadis kecil ini dan memelihara tanaman tersebut sehingga mereka memberi warna baru pada Sendeim Valley, gadis kecil ini akan selalu bahagia selamanya dan memperkenalkan kamu pada temannya.

Tingkat kesulitan: A

Hadiah:

Diperkenalkan dengan teman Prina.

Tanaman yang tumbuh dari benih yang ditaburkan.

Persyaratan:

Harus memiliki kepedulian dan kewaspadaan yang besar untuk melindungi bunga-bunga tersebut dari para monster dan membuat mereka tumbuh dengan aman.

Weed menatap benih-benih tersebut yang dipegang Prina dengan perasaan kehancuran yang besar.

Tas goni yang gadis itu bawa! Tas itu penuh dengan benih.

Jumlahnya sulit untuk dihitung.

Itu adalah sebuah permintaan untuk membuat ladang bunga dengan benih ini di Valley of Death.

Ambisi dari si gadis kecil yang ingin memenuhi seluruh dunia dengan bunga!

҅Ini adalah sebuah permintaan yang sangat sulit.҆

Itu adalah sebuah hobi untuk menanam beberapa gugusan bunga.

Jika quest itu hanya membuat ratusan benih untuk berbunga, maka itu akan sulit, tetapi masih mungkin. Namun, jika jumlahnya puluhan, ratusan, ribuan, maka ini bukanlah pekerjaan yang biasa.

Selain itu, dia harus melindungi bunga-bunga tersebut dari para monster sementara mereka tumbuh membuat hal ini menjadi sebuah tugas sulit.

҅Aku harus menabur benih-benih ini di Valley of Death. Aku mengerti kenapa tingkat kesulitannya adalah kelas "A".҆

Weed hendak menggelengkan kepalanya dan menolak. Kesampingkan masalah tingkat kesulitannya yang tinggi, tampaknya akan ada banyak tugas yang merepotkan. Tiba-tiba, Seoyoon yang mengikuti dalam diam mengambil tas goni yang berisikan benih-benih tersebut.

"Terimakasih kakak!"

Seoyoon, anggota party telah menerima quest.

Seoyoon selalu seperti itu. Dia tidak menerima sebuah quest secara lisan, tetapi dia tidak pernah menolak permintaan seseorang.

Pada akhirnya, Weed tak punya pilihan lain dan menerima quest tersebut.

"Aku juga akan menanam benih itu dan bercocok tanam. Terimakasih telah meminta sebuah tugas yang menyenangkan seperti itu."

Kamu telah menerima quest.

Wajahnya menangis, tetapi dia memaksakan sebuah senyum!

Itu adalah sebuah senyum pahit seperti yang biasa dikeluarkan.

****

Lee Hayan mendaftar pada Royal Road penuh dengan harapan.

Dia memilih Yurin sebagai nama karakternya.

Itu adalah nama yang manis, menyegarkan dan feminim. Sudah pasti itu bukanlah sebuah nama yang artinya menyegarkan.

Yurin adalah semacam singkatan.

Human Rights Violation!

"Monster! Aku akan menghabisi mereka semua."

Yurin ingin mendapatkan banyak uang. Dia juga ingin mengumpulkan item sebanyak mungkin. Karena dia punya banyak waktu sebelum dia mulai kuliah, dia berniat bekerja keras dan menaikkan levelnya.

Yurin memilih Rhodium sebagai kota awalnya. Itu karena dia punya harapan bahwa jika dia beruntung, dia mungkin bisa bertemu Weed.

"Apa ada orang yang ingin berburu bersama kami didepan desa?"

"Kami mencari seorang Minister."

"Aku seorang Sculptor yang mencari party. Aku punya 7 damage pisau pahat."

"Aku seorang Bard level 35 yang memiliki "Song of Healing"(nyanyian penyembuh) dan ingin bergabung dengan party. Itu akan bagus untuk mendapatkan sebuah party yang akan berburu selama sekitar seminggu." Orang-orang berkerumun alun-alun pusat Rhodium seperti biasanya.

Ada banyak pengemis pada satu sisi, tetapi juga ada orang-orang yang mencari party di beberapa tempat.

Disisi lain, ada ribuan orang yang berkumpul di plaza dimana ada patung-patung indah berpakaian dalam berbagai kostum. Ada banyak siswa SMA tahun ketiga yang baru saja melewati ujian universitas. Mengenakan pakaian pemula dan menatap dengan mata lebar.

Namun, sayangnya Weed telah meninggalkan Rhodium pada saat ini. Yurin berpikir bahwa itulah yang terbaik.

"Bagus. Tak masalah. Lahipula, aku tidak ingin memulai game dengan berhutang pada siapapun."

Yurin menggulung lengannya dan mencari pekerjaan untuk menghasilkan uang. Ketika seseorang mulai bermain Royal Road, mereka tidak bisa meninggalkan kota selama 4 minggu pertama.

Dia ingin menghasilkan uang selama waktu-waktu ini.

"Kamu mencari bantuan di sebuah restoran yang sangat tertarik dalam memasak."

"Anakku menyukai buku. Apa ada seseorang yang mau membacakan untuk dia tentang pahlawan yang keren?"

"Hm, belakangan, ada sangat banyak lalat ditokoku. Apa kau mau menangkap lalat-lalat selama 5 jam untukku? Aku akan membayarmu 20 copper."

Ini adalah tingkat pekerjaan yang bisa didapatkan oleh Yurin.

Seperti Weed, dia juga dalam diam memukuli orang-orangan sawah untuk berlatih. Namu, statistik yang dia tingkatkan juga menghasilkan dalam pelatihan tubuhnya.

҅Aku harus menjadi seorang Mage perempuan yang cantik.҆

Penyihir yang Yurin inginkan adalah seorang Mage yang sangat kuat.

Mereka menggunakan sihir AoE luas dan berskala besar untuk mengubah ratusan musuh menjadi debu. Para Mage yang bisa memanggil hujan di tanah yang kering, menghancurkan sisi gunung, mempelajari mantra ofensif tinggi!


tags: baca The Legendary Moonlight Sculptor Chapter 009 Valley of Death, The Legendary Moonlight Sculptor Chapter 009 Valley of Death manga, The Legendary Moonlight Sculptor Chapter 009 Valley of Death online, The Legendary Moonlight Sculptor Chapter 009 Valley of Death bab, The Legendary Moonlight Sculptor Chapter 009 Valley of Death chapter, The Legendary Moonlight Sculptor Chapter 009 Valley of Death high quality, The Legendary Moonlight Sculptor Chapter 009 Valley of Death manga scan, ,
  • Agen Bola Online, Bandar Judi, Casino Online
  • Baca Komik online
  • Contact Banner

    Facebook
    : Lie
    Skype
    : liemuchan
    YM
    : liemuchan1

    Partner

    • mangaku
    • komikcast
  • komikstation
  • kombatch
  • mangashiro
  • mangaindo
  • mangacanblog
  • subapics
  • westmanga
  • IdNation
  • mangavy
  • pecintakomik
  • komikid
  • mangadropout
  • TOP
    Please enable / Bitte aktiviere JavaScript!
    Veuillez activer / Por favor activa el Javascript![ ? ]